Hitam adalah malam, dimana dunia tak nyata mulai merayap, mengintai, siap memangsa dan memusnahkan apa saja. Sementara tubuhku sekumpulan jaringan tulang belulang tua berwarna gundah, rapuh berserakan, akan segera luruh menjadi serpihan-serpihan daun kering yang menguning, layu, jatuh, tertiup angin dingin.
Dan kau! Siapa kau? Selalu muncul dalam malam. Hitam telah membawamu dalam kesunyian. Ada segudang rahasia dalam matamu yang hitam terlarang. Lalu semesta hening saat kau datang. Tak ada sepatah kalimatpun meluncur dari bibirmu yang biru dan beku. Dan kau selalu muncul dimana saja kau suka. Kadang kulihat wajahmu menyelinap diantara pucuk-pucuk pepohonan, atau bertengger di langit-langit kamar. Semenit kemudian mengambang dalam bayangan bulan yang pucat terkena lampu kota dipinggir jalan.
Dan karena kau! Sepanjang malam tak bisa kuraih kantukku. Hingga langit di atas kepalaku menjadi hitam pekat, pucat lekat, selalu berubah-ubah. Berdentum-dentum mengikuti iringan detik jam. Aku mengangkat muka, menatap kedalaman matamu, ingin sekali aku menembus hitamnya bola matamu itu. Namun aku tak mendapatkan apa-apa. Kau tetap diam tanpa ekspresi. Sesaat aku melihat cercah cahaya dalam hitam matamu. Hingga aku dapat menangkap kesunyian yang bisu.
Semesta tetap hening sebisu batu. Sebisu dirimu yang tak bisa mengucap sepatah katapun untukku. Kau tahu? Malam tak benar-benar buta, sunyi tak benar-benar sunyi. Lebarkan daun telingamu, lalu rasakan. Adakah deruan nafasmu yang naik turun di sana? Lalu kau berdirilah dalam temaram bulan, kau akan menjumpai bayangmu sendiri yang lindap dan sesat. Atau kau tak punya bayang? Atau kau memilih serupa batu yang selalu diam dan bisu.
Tapi kau selalu membawaku ke tempat-tempat yang jauh yang belum pernah aku datangi. Betapa kau begitu dekat dengan intuisi. Kau juga begitu bersahabat dengan malam. Karena hanya pada malam kau sering menampakkan diri. Apa yang hendak kau katakan padaku? Kemaren kau mengajakku berkelana di pegunungan yang belum pernah aku daki. Hingga aku menemukan ladang berry liar yang berdaging tebal. Kemudian kau mengajakku terbang mengitari malam dengan sayap-sayapmu yang lebar.
Dulu aku tak pernah memperhatikanmu, hingga kau sering datang mengunjungiku. Kau selalu datang membawa pesan tak terucap. Aku selalu kesulitan mengeja bahasa yang kau kirimkan untukku. Karena kau memang bisu tak bisa berucap meskipun hanya satu kalimat. Duniamu memang indah, terlihat sempurna meskipun terkadang menakutkan. Dan kau hampir menjerumuskan aku dalam petaka panjang saat kau berusaha memeluk tubuhku dengan erat, dan kau enggan melepaskan. Aku meronta dalam cengkeraman tanganmu yang lebar dan besar. Kuku-kukumu terlalu runcing, hingga menyayat kulitku, ada darah yang memang darah, merah terang menyala. Kalaupun aku kalah, aku memang harus kalah. Ini adalah sebuah kesimpulan dari seluruh penghujung hidupku. Aku sudah seperti orang yang ditarik ke tepi jurang curam lalu kau akan mendorongku untuk jatuh ke bawah. Kau khianati aku dengan gelombang dan riak warna yang tak dapat dijabarkan dengan kata-kata. Aku kembali tenggelam dalam tarian penyiksaan.
Dengarlah, kini aku akan lebih sering memperhatikanmu, aku akan berusaha menjabarkan tiap bahasa yang kau kirim padaku. Ini semua kulakukan karena kau rajin mengunjungiku. Dan disaat kau sering datang apadaku, maka semua jadi lebih jelas dan terang. Terkadang ada yang terlupa olehku, hingga dalam kegelapan aku akan mencatat semua yang ingin kau katakan padaku. Meski dengan mata terpejam, aku berusaha menjabarkan apapun yang kau isyaratkan padaku. Hingga terkadang saat terang, aku tertawa sendiri. Menertawakan apa yang aku tulis. Karena semua tak bisa terbaca dengan jelas. Semua bayangan kabur, semua kata hancur saling tabrak. Tak bisa lagi aku kenali. Aku tak bisa mengingat apa yang aku lupa. Karena tiap kata itu tiada terbaca. Terkadang aku berusaha mengingatnya. Namun bayanganmu kabur tak jelas. Setelah itu biasanya kepalaku berderak-derak , otakku kusut kelabu, syarafku meradang kepayahan.
Lalu siapa kau? Tahukah kau…., kalau kau dirindui dari seluruh mahkluk yang bernama manusia. Karena aku tak pernah tau apa kau juga datang mengunjungi mahkluk selain kaumku. Kau juga selalu dirindui oleh mareka yang sedang jatuh cinta. Kadang mereka selalu berharap agar kau datang membawa pesan baginya.
Aku adalah angan, hitam adalah temanku. Dalam hitam aku bisa merindu. Dalam hitam aku menjadi semu. Dalam hitam dan gelap aku menyatu. Aku adalah intuisi dari sunyi. Aku adalah bayangan dari setiap bayangan. Aku adalah maya. Aku adalah nyanyian malam. Aku adalah bunga dalam kegelapan. Aku adalah setiap inci dari jiwa-jiwa yang resah. Aku juga harapan dari segala penantian. Aku adalah selimut malam. Dan kau tau siapa aku, karena aku adalah “mimpi”.
This entry was posted on Saturday, August 8th, 2009 at 8:50 pm and is filed under kisah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. RSS 2.0. You can leave a response, or trackback from your own site.

hmmm mimpi ya?
bukan si setan toh?
EM
iya tante…, dikira setan ya?
menatap hitam mata sang mimpi…
knp mimpi dlm kisah ini terasa hitam dan gelap dek…? mimpi tidak selalu begitu kan..? kadang ia indah, terang dan berwarna warni…
memang kak, mimpi tak selamanya hitam, tapi kita bisa mimpi dengan mata yang terpejam, saat mata kita terpejam itulah semua kelihatan hitam…, itu maksud aku kak
hmm.. ruang petang tak berbayang. tiada bayang tanpa cahaya..
yup…, semua gelap tak ada cahaya….
Sama keq emi chan, kirain jin atau setan..
Ternyata mimpi tho..
Serem amat mimpimu, berdoa dulu dong sebelum bobo’..
-keep in smile-
wah, kok bisa gitu ya? apa terlihat seperti setan gitu?
kadang serem kadang indah kok..
yup.., selalu senyum
Keren Ra, mantap kali bahasanya, saluttt … terpesona aku dengan bahasamu itu …deskripsi mimpi yang indah …
thx muda…, cuma belajar menuangkan kata ja kok, kamu pasti juga bisa..
Ah, masa des? Aku tidak merindui mimpi kok, apalagi mimpi buruk. Hehehe.
Ngomong2 bener juga ya des, klo selain kaum kita (halah, maksudnya manusia), bisa bermimpi juga ga ya?
hihihi.., nah itu dia kak, aku juga nggak tau, kalau hewan” bisa bermimpi nggak ya?
lho kok sama” nanya ya…,
belakangan mimpiku selalu seru, sya, sampe malas bangun. abis seperti nonton film thriller dengan aku sebagai tokoh utamanya. terkadang ada adegan lucu yang bikin mimpiku lebih bewarna.
hm… mimpi memang harus dinikmati. apalagi kalau ada si dia di dalamnya ikut menemani. deuu… ada nggak, sya?
waduh!!, seru dunk kak…
hihihi…, beberapa hari ini desya mimpi masuk ke dunia zaman dulu, naik kuda dengan pakaian seperti di film” itu kak, kayak Zaman kerajaan gitu. mimpinya juga seperti menyambung gitu. Aku seperti jadi prajurit ….
hitam tak berarti gelap, sunyi tak berarti kosong
mimpi itu datang dengan sejuta warna tanpa kata
yang kadang tak percaya akan kehadirannya…
aku adalah aku, yang tak pernah tau apa yang akan muncul ketika terjaga
Rindu….serasa hitam dikala kerinduan tak jelas arah sinarnya
oh mimpi…datanglah dalam wujud yang nyata, yang memberi senyuman indah bagi siapa saja yang membutuhkan itu….
Selamat malam rara, kata2 indah itu mewakilkan sejuta mimpi indah ^_^
Salam,
semoga malam ini kakak mimpi indah ya…, mimpi ketemu bidadari gitu
selamat malam juga kak Zia….
biadadari tak mampu mengalahkan indahnya mentari kecil ^_^
thanks ya ra, semoga mimpi indah juga
Selamat pagi ra…
semoga cerahanya mentari pagi ini, mewujudkan mimpi yang terlewati menjadi nyata adanya…
pagi juga kak…
thx atas doanya…, semoga kakak juga ya…
insyaallah ra…
tuhan senantiasa mendengarkan doa hambanya
kenapa kau selalu menjabarkan mimpi seolah sesuatu yang berat dan memiliki makna? mimpi tidak selalu bermakna apa-apa ra. kadang mimpi itu datang karena otakmu terlalu lelah memikirkan sesuatu. kadang orang yang sering bermimpi menandakan orang itu penuh ide dan kreatif. so…biarlah mimpi datang, dan pergi sesuka hatinya… ^^
iya kak, kadang mimpi cuma bunga tidur yang tak bermakna apa”, benar sekali kak, aku juga berpikiran seperti itu, kubiarkan mimpi itu datang dan pergi sesuka hati
salam kenal radesya..
semoga bersedia ajak bundo dalam mimpi berwarnamu..
salam kenal juga bundo…
terimakasih dah mau singgah kemari…
humm… mimpi ya? saya sudah lama dilewati mimpi, desya. terkadang ia mungkin datang tapi tak bisa saya panggil lagi memori tentangnya selepas terjaga…
btw, desya pintar sekali merangkai kata. salut! =D
bener kak Yo.., mimpi tak bisa diminta, kadang kita juga lupa..
thx kak, masih belajar kok..
tak kirain batman lho….hitam, gelap, malam. ternyata mimpi ya
(garink)
susah deh saya kalo menjabarkan mimpi, kalo menjatengkan mungkin bisa
hihihi.., kok bisa nebak batman sih..
iya kak, menjabarkannya memang sangat sulit, menjatengkannnya bisa ya, coz kita sama-sama dari jateng, hihihi…
Saya kira kelelawar atau burung hantu. Welah! Ternyata mimpi, to.
Btw, saat mata terpejam, tak selalu berada dalam gelap. Mata batin yang terasah dengan baik justru lebih tajam.
iya Om.., tapi mimpi selalu datang saat mata kita terpejam ya kan? memang mata hati kita tak gelap, tapi datang bermula dari gelap
bener banget Om..
Tears…
kakak, kenapa?
Hitam tak akan selamanya hitam
Kala cahaya kembali mulai menapak naik
Semua mimpi kan menjadi nyata
Dan Hitam akan kembali tersenyum dalam buaian mimpi
Kata2 yang indah tentang mimpi….
Selamat malam Rara….
terima kasih kak Han…, emang hitam tak selalu hitam…, kadang dalam hitam kita temukan terang…
malam juga kak…
two thumbs up. tulisannya mantap.
salam kenal. first time maen ke sini.
salam kenal juga ya..
Gak mau kenal ah
Aku Adalah Nocturno sang angin malam
berjuta malam telah aku lewati, menghembus
Berjuta kelam hidup telah aku nikmati
dan berjuta kenikmatan gelap telah aku reguk.
tapi, bukankan Engkau Om Jamal-ku?
Bukankah engkau radesya-ku?
Tidakkah engkau ingat di percakapan itu?
[...] Radesya [...]
[...] Rismaka [...]
selamat menjalankan ibadah puasa ra, maaf lahir bathin…
tetap semangat…
sama-sama kak Zia…
selamat bersapa dengan mimpi..tapi adek tahu??
Entah kenapa sulit membagi mimpi.,,atau itu alasan kenapa pemimpi selalu sendiri..?
iya kak…, sulit sekali, karena dia datang dan pergi tanpa diminta…, tanpa bisa kita atur…
Saya ndak tahu mbak
Aku rismaka…